Minggu, 14 Agustus 2016

BLOG DAILY #1

Diposting oleh Iraa di 16.33
Aku bersyukur bisa hidup di Kudus untuk 2 tahun terakhir ini, setelah 4 tahun hidup di Jogja. Seandainya aku lanjut di Jogja, mungkin seterusnya aku tidak akan mengenal Kudusku. Aku tidak sedekat ini dengan teman-teman semasa SD-ku, tidak memiliki sahabat di Kudus, tidak mengenal Risdi dan teman-temannya. Aku tidak akan merasakan Sakitnya dibilang Bodoh oleh seseorang, tanpa dia tau, bagaimana aku jatuh bangun untuk belajar hingga akhirnya aku menyelesaikan studi S1ku. Sakitnya dibilang tidak mau belajar, padahal aku adalah orang yang paling rajin dan kaku menurut beberapa teman yang dekat denganku. Sakitnya dibilang Sarjana nyasar. Sakitnya tidak bisa melakukan apa-apa karena memang belum memiliki passion, pandangan tentang pekerjaan. Bukan karena tidak bisa melakukan apa-apa, tapi memang belum terbiasa dan belum berpikir. Baru mencoba menempatkan hati menerima lingkungan. Selain itu, aku juga tidak akan merasakan sakitnya jadi bahan gosip, gosip yang tidak pernah bisa aku konfirmasikan. Gosip yang tidak pernah bisa aku luruskan. Gosip yang tidak berujung.
Waktu itu, Semua orang bertanya "Kok Mbak IRA bisa kuat sih?". Aku bahkan tidak bisa menjawab, karena aku kuat, karena sebenarnya aku belum melakukan apa-apa, bahkan ketika aku melakukan sesuatu yang salah, seharusnya dijadikan maklum karena memang aku belum mengerti dan tidak sengaja melakukan suatu kesalahan, semacam belum tau mana yang salah dan mana yang benar. Atau sebenarnya aku kuat, karena sebelumnya, diperkuliahan semester pertamaku, atau semester awal-awal, aku juga sedikit mendapatkan treatment yang cukup menyita energi, emosi dan mendapatkan sedikit tekanan.Tetapi waktu itu, aku tidak menjalaninya sendiri, aku bersama dengan teman-temanku, saling menyemangati, saling berbahagia dan menghibur diri. Ketika aku di sini, aku benar-benar sendiri. Tidak ada seseorangpun yang bisa aku andalkan. Tidak ada yang bisa membelaku atau sekedar berdiri di belakangku. Bahkan waktu itu, akupun tidak bisa menulis, tidak tahu dikarenakan apa, yang jelas, buku harianpun tidak bisa ku isi. Orang-orang yang mengetahui aku diseperti itukan hanya bisa menjadi saksi. Orang-orang itu tidak bersalah dan aku tidak menyalahkan mereka yang tidak ada untukku. Orang-orang itu sudah seperti seharusnya. Seiring jalannya waktu, aku semakin menyayangi orang-orang itu, Mereka sangat baik dan i can't explain it again. Untuk seseorang itu. Aku bukan tidak memaafkan. Tapi memang tidak terlupakan. Maafkan aku yang tidak bisa melupakan. And You will regret it if i do it properly.

0 komentar:

Posting Komentar

 

IRA_Queen Wanna be Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review