Selasa, 04 Oktober 2011

Ketika Sang Bunda Memberi Dukungan,,

Diposting oleh Iraa di 18.36 0 komentar
Saat ini sy fokus pada satu mimpi,, bukan berarti semua kegiatan sy hanya untuk satu itu,, tetapi sy tak melewatkan sesuatu yang akan mewujudkan mimpi sy,, dari yang abstrak sampai yang jelas di depan mata,, takkan sy lewatkan kesempatan itu,, karena sy sudah termasuk orang yang terlambat bangun dari tidur,, terbangun dari mimpi,, ketika sy mendapat kesempatan itu,, dengan beberapa persyaratan,, sy mulai berpaling sy tak mau mengganggu orang tua sy,, sy tak mau meminta tolong pada orang tua sy tentang persyaratan itu,, biarlah sy mencari kesempatan lain,, namun tiba-tiba sang Bunda menelpon dari jauh sana,, memberikan dukungan yang belum pernah terlintas di otak sy,,
Ya Allah,, sy hanya tak ingin membuat mereka kecewa,, sy tak ingin menghancurkan mereka,, sy ingin membahagiakan mereka,, sy ingin memberikan hadiah kepada mereka dengan mimpi sy,, ijinkan sy untuk mewujudkan mimpi sy untuk mereka Tuhan,, Ya Allah ya Tuhan Yang Maha Mengabulkan setiap doa dari hamba yang berdosa,, jika memang ini jalan menuju mimpi sy,, tuntunlah sy,, jika jalan ini jalan yang tidak mudah,, sy mohon kuatkan orang tua sy,, cintai mereka Ya Rabb,, sayangi mereka,,
bersimpuh bertekuk lutut sy pada-Mu,,

_Love mamah papah_


Senin, 03 Oktober 2011

IRArr_Ariel Cell: Boyband Bukan Budaya Asli Indonesia

Diposting oleh Iraa di 21.15 0 komentar
IRArr_Ariel Cell: Boyband Bukan Budaya Asli Indonesia: Di Indonesia khususnya dibelantika musik Indonesia sedang ramai dengan grup musik yang berjenis “ ...

Boyband Bukan Budaya Asli Indonesia

Diposting oleh Iraa di 21.13 0 komentar

Di Indonesia khususnya dibelantika musik Indonesia sedang ramai dengan grup musik yang berjenis “Boyband”. Di pagi hari banyak acara televisi serupa yang bergenre musik variety show menghadirkan musisi-musisi yang sedang laris dipasaran. Pada satu tahun terakhir ini mulai ramai dengan boyband yang menawarkan dance atau koreografi yang memiliki karakter, di atas panggung dengan menyanyikan sebuah lagu, gerakan yang seragam dengan musik dan lirik lagu yang sedang dibawakan. Serentak tontonan ini menjadi konsumsi baru bagi penikmat musik Indonesia, namun berbeda dengan orang yang membuka wawasannya dengan musik luar negri, katakanlah Korea, Negara Gingseng ini lebih dulu memboomingkan boyband. Korea sukses melahirkan boyband dan girlsband yang berkualitas dan multitalent. Sebelum boyband dan girlsband menjamur dibelantika musik Indonesia, di Jakarta sempat mengudang secara langsung boyband dan girlsband asli dari Korea. Dua konser besar yang diadakan di Jakarta dengan suguhan Boyband dan Girlsband asal Korea yang sedang melejit namanya misalnya : Shinee dan Super Junior, dua konser besar itu terselenggara dan meraih sukses, dengan harga tiket yang berkisar Rp 300.000 sampai dengan Rp 2.000.000,-
Hal tersebut membuat para kreator musik Indonesia menunjukkan aksinya, membuat boyband dan girlsband yang ditujukan untuk penikmat musik di Indonesia berharap meraih kesuksesan yang sama bahkan dapat menjadi pesaing utama bagi boyband dan girlsband ternama asal Korea. Disatu sisi ide baru tersebut dapat memperkaya ilmu pengetahuan bermusik, memperluas dunia permusikan di Indonesia, dan memberikan suguhan baru. Di sisi lain, ide baru tersebut terlihat secara jelas jika boyband dan girlsband bukan budaya dari Indonesia. Ide tersebut membuat sebagian orang berpendapat bahwa boyband Indonesia hanya menjiplak boyband Korea, beberapa boyband dan girlsband rintisan Indonesia memaksakan diri untuk membentuk sebuah boyband secara instan, modal seadanya dan hanya bisa lip-sync (tidak menyanyi secara live, melainkan memutar rekaman yang telah melalui proses editing). Penonton tidak bodoh dengan tontonan seperti itu, dimana microphone tidak berfungsi sebagai pengeras suara atau penyalur suara, tetapi sebagai pelengkap akting, agar terlihat menyanyi sambil menari layaknya boyband, padahal tim dari Stage Manager memutar rekaman lagu yang telah masuk di dapur rekaman, memasuki editing suara dan lain-lain, dance yang terlihat terpaksakan seragam dengan lirik lagu dan iringan musik. Beberapa boyband dan girlsband rintisan Indonesia ada yang tak sekalipun mereka berani tampil sepenuhnya secara langsung. Mereka hanya berani melakukan dance dan berakting layaknya sedang menyanyi, mungkinkah karena ketidakpercayadirian mereka dalam berkreasi atau memang dari peralatan yang belum lulus standard yang mereka ajukan sebagai boyband, beberapa kejadian itu menunjukkan bahwa boyband itu sendiri bukan budaya yang berasal dari Indonesia bukan hasil karya Indonesia.  boyband ini seperti hobi atau kegemaran seseorang yang bisa menghasilkan materi dengan cara memperpanjangnya bersama kontrak bermusik, katakanlah kegemaran yang membuka bisnis besar.

Boyband itu sendiri tidak melulu merajai dunia permusikan di Indonesia, karena boyband tidak termasuk hal yang akan dibudayakan dan dilestarikan di Indonesia. Mereka meniru budaya asing. Dengan kualitas boyband dan girlsband yang belum stabil dan belum bisa menjanjikan ketenarannya dalam belantika musik Indonesia. Tidak mungkin terus menerus mengadakan konser secara lip-sync.
Dalam kasus ini jelas bahwa salah satu kebiasaan Indonesia adalah meniru dari apa yang sedang ramai dipasaran. Setelah satu boyband muncul, bermunculanlah grup boyband yang lain, bahkan karena dipastikan mendapatkan ketenaran dimasa ini. Boyband yang belum berstandard sebagai boybandpun diluncurkan, suara vocal yang pas-pasan dan gerakan dance yang tidak sesuai dengan music tidak menjadi halangan untuk tetap diorbitkan mereka bermodal kepercayadirian dan keberanian. Solusi yang memanjakan dan menguntungkan adalah lip-sync, inilah yang membuat beberapa dari calon boyband  percaya diri akan sukses dan laris dipasaran. Bukan tanpa pro dan kontra, boyband ini menuai banyak pendapat, ada beberapa yang pro dengan mereka, mereka adalah warna baru bagi musik tanah air. Mereka menyelamatkan dunia permusikan Indonesia yang sebelumnya ramai dengan grup band yang melulu menyuguhkan menu yang sama, bahkan beberapa pengamat musik mengatakan musik yang sedang dimainkan oleh band-band itu sejatinya adalah sama.
Budaya asing yang masuk ke Negara Indonesia ini membawa Indonesia kemasa lalu. Pada abad ke-19 di Indonesia ramai dengan boyband, tentunya dengan gaya mereka sendiri tidak menjiplak dari Negara lain ataupun meniru karya orang lain. Dengan modal yang bisa disandingkan dengan musisi-musisi papan atas dan kualitas yang memiliki mutu tinggi. Gaya yang menunjukkan identitasnya sebagai warga Negara Indonesia, melestarikan apa yang telah menjadi prosesi turun temurun di Indonesia.
“Ide-ide dan gagasan manusia banyak yang hidup bersama dalam suatu masyarakat, memberi jiwa kepada masyarakat itu. Gagasan-gagasan itu tidak berada lepas satu dari yang lain, melainkan selalu berkaitan, menjadi suatu sistem”.
(Koentjaraningrat, xx:187)
Selain itu Budaya asing juga membawa Indonesia kemasa yang lebih modern, masa yang mengikuti kemajuan di Negara-negara lain. Mengikuti kemajuan dunia yang selalu memiliki hal baru dan Ide kreatif yang membuahkan bisnis maupun budaya baru. Tentunya boyband dan girlsband ini bisa diterima sepenuhnya jika secara total memiliki bakat dan tidak meninggalkan budaya yang lebih dulu menyinggahi tanah air. Berawal dari pengertian budaya itu sendiri yaitu “Sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar” menurut Koentjaraningrat xx:180.
IndahRahayuAnggraini.blogspot.com

Bunga di Hatiku

Diposting oleh Iraa di 10.14 0 komentar
kapan lagi dirimu datang membawa senyummu yang indah itu,, senyum manis walau tanpa gula,, senyum apa adanya hanya untukq,, meski tak ada bunga di tanganmu,, tapi bunga-bunga ada diantara qt,, bunga di hatiq serentak bermekaran ketika dirimu datang,, aq diluluhkan olehmu yang kini sedang memberi jarak padaq tanpa sebab yang aq ketahui,, maafkan aq yang tak sempurna,, maafkan aq yang masih mencoba mengerti maksud dari kediamanmu,, taukah qm sering aq mengira-ira apa yang terjadi karena kebungkamanmu,, suatu saat qm akan tau,, dan saat itu mungkinkah hatiq masih menyimpan bunga yang mekar ketika dirimu ada,, atau mungkin taman bunga baru yang akan menyia-nyiakan pengertianmu,, maaf aq pernah mencintaimu,, maaf aq pernah memberimu sesuatu,, maaf aq pernah meminta padamu sesuatu,,

semoga bunga di hatiku lekas mendapat gizi yang selayaknya untuk hidupq yang lebih baik,, semoga bunga di hatiq akan selalu bermekaran meski tanpamu,, meski tanpa senyummu yang hanya untukq,, semoga bunga di hatiq akan tumbuh indah dan menyambut penghuninya,, mengajarkanq dalam keistimewaan cinta yang belum pernah aq dapatkan,,
 

IRA_Queen Wanna be Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review