Minggu, 12 Juni 2016

KERJAANKU SEBAGAI PENYIAR RADIO

Diposting oleh Iraa di 05.17
Hai, Aku kembali. Kali ini mau bercerita banyak tentang pekerjaanku sebagai penyiar radio. Yang sesungguhnya tidak cuma siaran aja. Gambaran ketika aku menyebutkan Penyiar Radio, pasti sesederhana siaran, yang Cuma ngomong doang. Disini aku jelaskan sedetail mungkin guys. Penyiar radio di tempatku, tidak sesederhana itu. Selain aku harus operator sendiri, aku juga harus paham tentang Musical Touch, Smile Voice dan Talk to a friend. Itu baru siarannya aja. Belum setiap hari, aku harus nyari berita buat acara berita di radio. Itu artinya, aku juga bisa disebut Reporter Guys, hahaha. Nah ada lagi nih, setiap bulan, di radio itu pasti ada yang namanya Offair, jadi semacam acara, dimana semua penggemar radio dikumpulkan, nah tidak sekedar kumpul, diacara itu, juga diberikan semacam pelatihan atau ketrampilan dan sebagainyalah. Itu harus ada Narasumber, yupz tau dong yaaa, Narasumbernya itupun, aku harus nyari. Nah setiap acara, pasti membutuhkan yang namanya dana dong ya. Yupz aku juga nyari sponsor. Setiap bulan, gak Cuma satu, misal ada offair lain, dalam rangka menyambut hari special dan lain sebagainya. Bisa dong, aku menamakan diriku Marketing. Yes! Sebenernya aku multitalent banget yaa, bzz muji diri sendiri biar bahagia. Lanjut, kembali ke-siaran, siaran itupun ada yang namanya data atau dokumen atau arsip yang harus dikerjakan setiap harinya. Seperti, membuat bahan siaran, hasil SMS yang masuk, hasil peningkatan Sosial Media Station, semuanya ada laporannya. Dan laporan terpenting adalah laporan iklan. Misal salah muter iklanpun, ada sanksinya, misal buku hitam bahkan potong gaji. Nah aku jelasin dulu apa itu buku hitam. Buku hitam itu semacam raport, tapi khusus nilai merah. Jadi misal hari ini melakukan kesalahan, langsung ditulis dibuku hitam. Kalau kesalahan berulang-ulang, bisa dipotong gaji. Dan semakin bisa menjadi penyiar atau semakin lama menjadi penyiar, kerjaan itu akan selalu menambah, sementara gajiku tetap. Awal banget dulu pas interview sebelum jadi penyiar, aku inget banget, misal sudah ada progress atau sudah mulai bisa sesuatu selain siaran, gaji itu akan naik. Tapi yasudahlah. Eits, gajiku bukan tidak naik sih, tapi tambahannya dikasih secara cash, misal sebulan aku buat berita, dikasih cash sepuluh ribu, aku dapet sponsor untuk acara offair, aku dapet cash tiga puluh ribu, dan seterusnya. Bukannya aku pengen gajiku naik sih, tapi asal kerjaanku gak selalu ditambah, gitu aja sih. Soalnya, menurutku, gajiku itu termasuk banyak, kalau setaraf penyiar, tapi kalau kerjaannya selalu ditambah, yah gajinya jadi gak seberapa. Jadi kerjaannya semakin kesini, semakin banyak dan terkadang aku lebih memilih untuk tidak bisa, agar aku tidak ditambah kerjaannya. Hahaha jahat banget ya. Maaf. Duh jangan sampai anak stationku baca blogku deh. Takut. Hahaha enggak ding. Yaa seperti inilah yaa, aku kerja jadi penyiar juga sangat berhati-hati. Super duper hati-hati. Kenapa begitu? Ya mungkin lain kali aku akan bercerita lebih frontal. Hahaha butuh waktu dan kesiapan mental kalau itu.
Oiya aku jelasin dulu deh sebelum salah paham tentang gaji, jadi kata atasanku yang terdahulu, gajiku yang sekian, itu bukan gaji anak baru, tapi gaji anak yang sudah bisa apa-apa. Jadi aku dibentuk biar bisa sebesar gajiku itu. Seperti itu, semoga ngerti. Jadi kalau aku sekarang udah ditambah kerjaannya, ya emang itu gajiku. Seperti itu.

Tidak melulu tentang pekerjaan yang menurutku nyebelin sih. Penyiar radio membuat aku kenal dengan banyak orang, banyak komunitas dan tidak hanya berbicara di radio saja, karena bisa jadi Pembawa Acara yang dilihat banyak orang juga. Dulu awal pertama masuk, aku bener-bener dari Nol, belum bisa cara siaran, itu udah digaji full sama kayak aku yang sekarang sudah sedikit bisalah yaa~ sedikit. Jadi itulah kenapa kerjaanku tambah banyak dan gajinya tetap. Kalau aku lagi pengen bahagia sih, aku menghibur diri seperti itu. Jadi penyiar radio juga bisa jadi artis lokal gitulah ya, tapi aku sendiri sih yang belum siap jadi artis lokal, jadi aku masih membedakan diriku sendiri dan diriku, yang ada distation. Lebih mudahnya, aku menyembunyikan akun sosmed dari penggemar radio. Bahkan aku tidak mengganti apapun sosmed, nama BBM atau yang lain, dengan nama udaraku di radio. Aku belum siap dibully sih. Hahaha walaupun sebenernya kalau di studio atau kalau di kantor gitu tuh, aku yang sering dibully. Ini semakin kesini, kenapa semakin curcol. Ahahaha ya segitu aja dulu, lain kali lanjut curhat lagi ah. Terima kasih, maaf dan jangan lupa tinggalkan bullyan atau komentar ya. Semoga Menyenangkan.

0 komentar:

Posting Komentar

 

IRA_Queen Wanna be Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review