Hai, Aku kembali. Kali ini mau bercerita banyak tentang
pekerjaanku sebagai penyiar radio. Yang sesungguhnya tidak cuma siaran aja.
Gambaran ketika aku menyebutkan Penyiar Radio, pasti sesederhana siaran, yang
Cuma ngomong doang. Disini aku jelaskan sedetail mungkin guys. Penyiar radio di
tempatku, tidak sesederhana itu. Selain aku harus operator sendiri, aku juga
harus paham tentang Musical Touch, Smile Voice dan Talk to a friend. Itu baru
siarannya aja. Belum setiap hari, aku harus nyari berita buat acara berita di
radio. Itu artinya, aku juga bisa disebut Reporter Guys, hahaha. Nah ada lagi
nih, setiap bulan, di radio itu pasti ada yang namanya Offair, jadi semacam
acara, dimana semua penggemar radio dikumpulkan, nah tidak sekedar kumpul,
diacara itu, juga diberikan semacam pelatihan atau ketrampilan dan
sebagainyalah. Itu harus ada Narasumber, yupz tau dong yaaa, Narasumbernya
itupun, aku harus nyari. Nah setiap acara, pasti membutuhkan yang namanya dana
dong ya. Yupz aku juga nyari sponsor. Setiap bulan, gak Cuma satu, misal ada
offair lain, dalam rangka menyambut hari special dan lain sebagainya. Bisa
dong, aku menamakan diriku Marketing. Yes! Sebenernya aku multitalent banget
yaa, bzz muji diri sendiri biar bahagia. Lanjut, kembali ke-siaran, siaran itupun
ada yang namanya data atau dokumen atau arsip yang harus dikerjakan setiap
harinya. Seperti, membuat bahan siaran, hasil SMS yang masuk, hasil peningkatan
Sosial Media Station, semuanya ada laporannya. Dan laporan terpenting adalah
laporan iklan. Misal salah muter iklanpun, ada sanksinya, misal buku hitam
bahkan potong gaji. Nah aku jelasin dulu apa itu buku hitam. Buku hitam itu
semacam raport, tapi khusus nilai merah. Jadi misal hari ini melakukan
kesalahan, langsung ditulis dibuku hitam. Kalau kesalahan berulang-ulang, bisa
dipotong gaji. Dan semakin bisa menjadi penyiar atau semakin lama menjadi
penyiar, kerjaan itu akan selalu menambah, sementara gajiku tetap. Awal banget
dulu pas interview sebelum jadi penyiar, aku inget banget, misal sudah ada progress
atau sudah mulai bisa sesuatu selain siaran, gaji itu akan naik. Tapi
yasudahlah. Eits, gajiku bukan tidak naik sih, tapi tambahannya dikasih secara
cash, misal sebulan aku buat berita, dikasih cash sepuluh ribu, aku dapet
sponsor untuk acara offair, aku dapet cash tiga puluh ribu, dan seterusnya.
Bukannya aku pengen gajiku naik sih, tapi asal kerjaanku gak selalu ditambah,
gitu aja sih. Soalnya, menurutku, gajiku itu termasuk banyak, kalau setaraf
penyiar, tapi kalau kerjaannya selalu ditambah, yah gajinya jadi gak seberapa.
Jadi kerjaannya semakin kesini, semakin banyak dan terkadang aku lebih memilih
untuk tidak bisa, agar aku tidak ditambah kerjaannya. Hahaha jahat banget ya.
Maaf. Duh jangan sampai anak stationku baca blogku deh. Takut. Hahaha enggak
ding. Yaa seperti inilah yaa, aku kerja jadi penyiar juga sangat berhati-hati.
Super duper hati-hati. Kenapa begitu? Ya mungkin lain kali aku akan bercerita
lebih frontal. Hahaha butuh waktu dan kesiapan mental kalau itu.
Oiya aku jelasin dulu deh sebelum salah paham tentang gaji,
jadi kata atasanku yang terdahulu, gajiku yang sekian, itu bukan gaji anak
baru, tapi gaji anak yang sudah bisa apa-apa. Jadi aku dibentuk biar bisa
sebesar gajiku itu. Seperti itu, semoga ngerti. Jadi kalau aku sekarang udah ditambah
kerjaannya, ya emang itu gajiku. Seperti itu.
Tidak melulu tentang pekerjaan yang menurutku nyebelin sih.
Penyiar radio membuat aku kenal dengan banyak orang, banyak komunitas dan tidak
hanya berbicara di radio saja, karena bisa jadi Pembawa Acara yang dilihat
banyak orang juga. Dulu awal pertama masuk, aku bener-bener dari Nol, belum
bisa cara siaran, itu udah digaji full sama kayak aku yang sekarang sudah
sedikit bisalah yaa~ sedikit. Jadi itulah kenapa kerjaanku tambah banyak dan
gajinya tetap. Kalau aku lagi pengen bahagia sih, aku menghibur diri seperti
itu. Jadi penyiar radio juga bisa jadi artis lokal gitulah ya, tapi aku sendiri
sih yang belum siap jadi artis lokal, jadi aku masih membedakan diriku sendiri
dan diriku, yang ada distation. Lebih mudahnya, aku menyembunyikan akun sosmed
dari penggemar radio. Bahkan aku tidak mengganti apapun sosmed, nama BBM atau
yang lain, dengan nama udaraku di radio. Aku belum siap dibully sih. Hahaha
walaupun sebenernya kalau di studio atau kalau di kantor gitu tuh, aku yang
sering dibully. Ini semakin kesini, kenapa semakin curcol. Ahahaha ya segitu
aja dulu, lain kali lanjut curhat lagi ah. Terima kasih, maaf dan jangan lupa
tinggalkan bullyan atau komentar ya. Semoga Menyenangkan.
0 komentar:
Posting Komentar