RUANG
WAKTU
Development Idea
Perijinan
memenuhi angka 8, tempat mudah dicari.
Materi
finansial mencapai 8, hanya membutuhkan perlengkapan normal.
Tempat
geografis sempurna 10 karena bisa dimana saja, asalkan tim bisa memaksimalkan
tempat.
Psikologis
hanya 6, karena ada adegan berbahaya yang sulit dilakukan jika tidak didampingi
seseorang yang ahli.
Alur Cerita
Selasa
24 Juli 2012, Nino sedang mengadakan Pertemuan Besar untuk sebuah bisnis kerja
sama dengan beberapa perusahaan ternama di Yogyakarta. Dalam pertemuan dihadiri
para pejabat perusahaan ternama yang akan menyaksikan presentasi dari Nino.
Lima menit sebelum acara dimulai, Handphone Nino bordering, diseberang sana
Linzy kekasihnya menelpon. Melihat waktu yang tinggal sebentar lagi, Nino
mengabaikan telpon dari kekasihnya itu. Kemudian Nino memulai pertemuannya
dengan orang-orang penting itu. Pertemuan itu sukses, Nino mendapatkan pujian
dari kliennya.
Sementara
itu tidak tau apa yang sedang terjadi, Linzy sedang dalam keadaan putus asa dan
sang kekasih tidak bisa menguatkannya pada saat itu. Linzy tidak bisa berpikir
jernih, kemudian Linzy menyebrang tanpa kesadaran otak yang normal, sehingga
mobil yang sedang melaju menabraknya.
Nino
terbangun dari mimpi buruknya, Kepalanya nyeri secara dahsyat. Nino mengambil
air minum untuk menetralkan keadaan. Ninopun memulai harinnya, Nino berangkat
ke kantor. Di meja kantor Nino ada foto berdua Nino dan Linzy, Nino tersenyum
dan menyimpan foto itu agar tidak terlihat disaat ia bekerja. Nino menaruh foto
itu di laci, Linzy adalah kenangan yang tidak bisa begitu saja hilang. Linzy
adalah kekasih yang membantunya dari titik nol, sehingga sekarang Nino sebagai
Pengusahawan Muda yang sukses.
Tepat
pukul 06.00 pagi, jam beker Nino berbunyi, Nino merasa ia telah tertidur untuk
waktu yang sangat lama. Waktu itu berjalan begitu saja, namun Nino seperti
merasakan disaat dia bermimpi itulah keadaan masa lalu yang sudah terjadi. Itu
telah dijalaninya.
Bel
rumah Nino berbunyi, Nino bergegas untuk membukanya, ternyata yang datang
adalah Linzy. Waktu seperti berhenti, Nino menatap kekasihnya itu penuh tanda
tanya. Sementara Linzy tidak mengerti apa yang Nino pikirkan. Linzy menerobos
masuk dan menyiapkan sarapan. Nino tak berhenti menatap kekasihnya, ia merasa
sedang dalam kenyataan yang seharusnya telah dilaluinya. Linzy merasa aneh
dengan tatapan Nino yang tiada henti itu, “apa yang kamu lakukan ? Lekas
bersiap ke kantor.” Ucap Linzy. Nino melihat kalender yang terpasang di lemari
es. Hari ini tanggal 24 Juli 2012, ternyata hari yang merenggut nyawa
kekasihnya itu belum dimulai. Linzy baik-baik saja. Nino tersadar kemudian
memeluk kekasihnya sambil berkata, “terima kasih atas kesempatan itu,” kemudian
Nino bersiap ke kantor. Nino memantapkan bahwa Linzy dalam keadaan baik dan Linzy
aman berada di rumahnya. Nino berangkat ke kantor.
Di
kantor telah ramai, para pejabat perusahaan ternama yang ada dalam mimpinya
telah berada dalam ruang pertemuan. Semuanya seperti baik-baik saja, ia
menyiapkan bahan presentasi. Ketika hendak memulai pertemuan, Nino menyapukan
pandangan kepada para klien yang telah siap mendengarkan presentasinya. Nino
berdebar kemudian Nino berniat menelpon Linzy berharap ia dikuatkan hatinya
dalam presentasi. Tetapi telpon itu tidak ada yang menjawab, Nino mengingat tentang
mimpinya yang telah merenggut nyawa Linzy. Berada dalam keadaan seperti itu,
Nino ditegur agar segera melakukan presentasi. Dalam mimpi Nino akan sukses
dalam presentasinya, tetapi ia akan kehilangan kekasihnya. Nino berputar,
meletakkan berkas presentasinya, kemudian pergi meninggalkan kantor menuju
rumahnya.
Beberapa
waktu lalu Linzy menemukan bunga di ruang tamu telah layu, Linzy berniat untuk
menggantinya, Linzy pergi ke toko bunga dan meninggalkan handphonenya.
Nino
menemukan kekasihnya, Linzy baik-baik saja dengan bunga matahari di tangannya. Linzy
menyebrang dengan sangat hati-hati dan apa yang dikhawatirkan Nino benar
terjadi, ada mobil yang tiba-tiba datang melaju dengan kecepatan penuh. Nino
melihat Linzy yang terkejut dengan adanya mobil itu sehingga menjadikan saraf
kakinya mati. Ia tak bisa bergerak, Nino berlari secepat ia bisa untuk
menyelamatkan kekasihnya. Dia berhasil mendekati kekasihnya, dia memeluk
kekasihnya. Namun itu bukan pertanda bagus untuk kehidupan mereka berdua.
Akhirnya mereka berdua mati bersama.
Amanat yang disampaikan
Hidup
itu merupakan pilihan. Terkadang hal yang tidak masuk akal itu adalah suatu
kebenaran yang tertunda. Hal yang kita sepelekan akan menjadi suatu pertanda
masa depan kita. Tak selamanya hubungan remaja itu berdampak negatif, jika
saling melengkapi dan meraih jalan kesuksesan secara berdampingan. Kita harus
berhati-hati karena bagaimanapun ada yang setidaknya mengingat tentang kita.
Segmentasi
Film
ini ditujukan untuk para Intelektual Muda, Mahasiswa dan Pengusaha.
Terdapat
adegan yang tidak boleh ditiru, yakni semacam bunuh diri.
Penulis
: Indah Rahayu Anggraini
Ide
Cerita berasal dari MV KPOP JYJ - In Heaven