Jumat, 28 September 2012

SOP FILM PENDEK

Diposting oleh Iraa di 09.55

RUANG WAKTU
Development Idea
Perijinan memenuhi angka 8, tempat mudah dicari.
Materi finansial mencapai 8, hanya membutuhkan perlengkapan normal.
Tempat geografis sempurna 10 karena bisa dimana saja, asalkan tim bisa memaksimalkan tempat.
Psikologis hanya 6, karena ada adegan berbahaya yang sulit dilakukan jika tidak didampingi seseorang yang ahli.
Alur Cerita
Selasa 24 Juli 2012, Nino sedang mengadakan Pertemuan Besar untuk sebuah bisnis kerja sama dengan beberapa perusahaan ternama di Yogyakarta. Dalam pertemuan dihadiri para pejabat perusahaan ternama yang akan menyaksikan presentasi dari Nino. Lima menit sebelum acara dimulai, Handphone Nino bordering, diseberang sana Linzy kekasihnya menelpon. Melihat waktu yang tinggal sebentar lagi, Nino mengabaikan telpon dari kekasihnya itu. Kemudian Nino memulai pertemuannya dengan orang-orang penting itu. Pertemuan itu sukses, Nino mendapatkan pujian dari kliennya.
Sementara itu tidak tau apa yang sedang terjadi, Linzy sedang dalam keadaan putus asa dan sang kekasih tidak bisa menguatkannya pada saat itu. Linzy tidak bisa berpikir jernih, kemudian Linzy menyebrang tanpa kesadaran otak yang normal, sehingga mobil yang sedang melaju menabraknya.
Nino terbangun dari mimpi buruknya, Kepalanya nyeri secara dahsyat. Nino mengambil air minum untuk menetralkan keadaan. Ninopun memulai harinnya, Nino berangkat ke kantor. Di meja kantor Nino ada foto berdua Nino dan Linzy, Nino tersenyum dan menyimpan foto itu agar tidak terlihat disaat ia bekerja. Nino menaruh foto itu di laci, Linzy adalah kenangan yang tidak bisa begitu saja hilang. Linzy adalah kekasih yang membantunya dari titik nol, sehingga sekarang Nino sebagai Pengusahawan Muda yang sukses.
Tepat pukul 06.00 pagi, jam beker Nino berbunyi, Nino merasa ia telah tertidur untuk waktu yang sangat lama. Waktu itu berjalan begitu saja, namun Nino seperti merasakan disaat dia bermimpi itulah keadaan masa lalu yang sudah terjadi. Itu telah dijalaninya.
Bel rumah Nino berbunyi, Nino bergegas untuk membukanya, ternyata yang datang adalah Linzy. Waktu seperti berhenti, Nino menatap kekasihnya itu penuh tanda tanya. Sementara Linzy tidak mengerti apa yang Nino pikirkan. Linzy menerobos masuk dan menyiapkan sarapan. Nino tak berhenti menatap kekasihnya, ia merasa sedang dalam kenyataan yang seharusnya telah dilaluinya. Linzy merasa aneh dengan tatapan Nino yang tiada henti itu, “apa yang kamu lakukan ? Lekas bersiap ke kantor.” Ucap Linzy. Nino melihat kalender yang terpasang di lemari es. Hari ini tanggal 24 Juli 2012, ternyata hari yang merenggut nyawa kekasihnya itu belum dimulai. Linzy baik-baik saja. Nino tersadar kemudian memeluk kekasihnya sambil berkata, “terima kasih atas kesempatan itu,” kemudian Nino bersiap ke kantor. Nino memantapkan bahwa Linzy dalam keadaan baik dan Linzy aman berada di rumahnya. Nino berangkat ke kantor.
Di kantor telah ramai, para pejabat perusahaan ternama yang ada dalam mimpinya telah berada dalam ruang pertemuan. Semuanya seperti baik-baik saja, ia menyiapkan bahan presentasi. Ketika hendak memulai pertemuan, Nino menyapukan pandangan kepada para klien yang telah siap mendengarkan presentasinya. Nino berdebar kemudian Nino berniat menelpon Linzy berharap ia dikuatkan hatinya dalam presentasi. Tetapi telpon itu tidak ada yang menjawab, Nino mengingat tentang mimpinya yang telah merenggut nyawa Linzy. Berada dalam keadaan seperti itu, Nino ditegur agar segera melakukan presentasi. Dalam mimpi Nino akan sukses dalam presentasinya, tetapi ia akan kehilangan kekasihnya. Nino berputar, meletakkan berkas presentasinya, kemudian pergi meninggalkan kantor menuju rumahnya.
Beberapa waktu lalu Linzy menemukan bunga di ruang tamu telah layu, Linzy berniat untuk menggantinya, Linzy pergi ke toko bunga dan meninggalkan handphonenya.
Nino menemukan kekasihnya, Linzy baik-baik saja dengan bunga matahari di tangannya. Linzy menyebrang dengan sangat hati-hati dan apa yang dikhawatirkan Nino benar terjadi, ada mobil yang tiba-tiba datang melaju dengan kecepatan penuh. Nino melihat Linzy yang terkejut dengan adanya mobil itu sehingga menjadikan saraf kakinya mati. Ia tak bisa bergerak, Nino berlari secepat ia bisa untuk menyelamatkan kekasihnya. Dia berhasil mendekati kekasihnya, dia memeluk kekasihnya. Namun itu bukan pertanda bagus untuk kehidupan mereka berdua. Akhirnya mereka berdua mati bersama.
Amanat yang disampaikan
Hidup itu merupakan pilihan. Terkadang hal yang tidak masuk akal itu adalah suatu kebenaran yang tertunda. Hal yang kita sepelekan akan menjadi suatu pertanda masa depan kita. Tak selamanya hubungan remaja itu berdampak negatif, jika saling melengkapi dan meraih jalan kesuksesan secara berdampingan. Kita harus berhati-hati karena bagaimanapun ada yang setidaknya mengingat tentang kita.
Segmentasi
Film ini ditujukan untuk para Intelektual Muda, Mahasiswa dan Pengusaha.
Terdapat adegan yang tidak boleh ditiru, yakni semacam bunuh diri.

Penulis : Indah Rahayu Anggraini
Ide Cerita berasal dari MV KPOP JYJ - In Heaven

0 komentar:

Posting Komentar

 

IRA_Queen Wanna be Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review