Senin, 21 November 2011

HIDUP UNTUK GAYA HIDUP ; ALAT KOMUNIKASI

Diposting oleh Iraa di 20.08

Hidup dalam suatu masyarakat komoditas, dimana didalamnya berlangsung pemproduksian suatu proses yang menimbulkan suatu pandangan yang akan menjadi gaya hidup. Dalam masyarakat komoditas akan cenderung  produksi massa yang telah terlebih dahulu menyapa masyarakatnya. Dengan berani mengawali suatu ide yang didapat dari budaya atau gaya hidup orang lain, kemudian menjadikannya gaya hidup dimasa sekarang. Bahkan gaya hidup menjadi komoditas dan komoditas didesain untuk mengkonstruksi gaya hidup. Gaya hidup menuntut manusia untuk selalu mengikuti arus yang sedang berjalan, jika tidak mengikuti akan dirasa ketinggalan jaman dan akan asing dari lingkungan yang sedang mengikuti gaya hidup.
Alat komunikasi adalah salah satu barang yang menjadi suatu gaya hidup. Dengan masa yang sekarang ini membutuhkan segalanya serba instan memaksa masyarakat harus cepat untuk bertukar informasi melalui media alat komunikasi. Katakanlah HP. HP di sini selain untuk saling berkomunikasi antara satu orang dengan yang lain, sekarang banyak digunakan untuk kebutuhan yang lain. Misalnya HP untuk memainkan musik, untuk memakai fasilitas internet, dan yang terbaru kini untuk “BBM-an”. Masyarakat sekarang memiliki gaya hidup memakai HP yang memiliki fasilitas “BBM-an”, dimana di sana ditemukan fitur yang mirip dengan fungsi social network. Tetapi “BBM-an” dikhususkan untuk pengguna HP tertentu yang kini menjadi suatu kewajiban para remaja. Namun kewajiban di sini bukan termasuk kebutuhan pokok, tetapi remaja yang tidak menggunakannya akan merasa asing dengan komunitas-komunitas yang mengikuti gaya hidup. Selain itu komunikasi yang disebutkan untuk fungsi dari HP akan menjadi terhambat karena dengan memakai fasilitas “BBM-an” akan menambah biaya yang tidak sedikit untuk menikmati fasilitas tersebut. Karena lebih banyak yang mengikuti gaya hidup, jadi untuk fungsi utama HP tidak difungsikan. Maksudnya membeli pulsa untuk fitur “BBM” dan tidak membeli pulsa Reguler yang bisa digunakan untuk menelpon atau “SMS”.
Gaya hidup semacam jurang ketidaksadaran untuk mengikuti dan terus mengikuti apa yang sedang berjalan. Dan gaya hidup itu akan terus berubah mengikuti arus dan itu mengakibatkan manusia mengikuti sesuatu yang berubah-ubah atau tidak pasti. Begitu juga dengan budaya tradisional yang akan terganggu dengan gaya hidup asing yang masuk dalam masyarakat luas. Yang terjadi adalah penyamaan produk agar menjadi jalan tengah antara keduanya. Gaya hidup pun telah menjadi kekuatan yang dinamis dan revolisioner dalam meruntuhkan batas-batas kelas, tradisi, cita rasa, dan ia pun telah melarutkan semua perbedaan budaya.



Cara-cara gaya hidup merasuki masyarakat adalah dengan cara ada dan dilihat, kemudian sesring dibicarakan sehingga juga sering didengar kemudian mengikutinya. Sangat singkat dan meraih kepopularitasannya tidak lama yang kemudian digeser dengan gaya hidup yan lain yang dianggap lebih baik dan akan mengikuti jaman. Disaat masyarakat mengikuti gaya hidup itu akan merasakan bagaimana pergeseran dari mode-mode yang berjalan. Misalnya dari HP yang biasa saja tidak berwarna dan polyphonic. Berkembang menjadi HP yang memiliki banyak tombol yang sama dengan keyboard komputer atau laptop. Atau HP yang banyak modelnya dari yang datar, slide sampai layar sentuh. Begitu juga dengan fungsi yang semakin membuat orang dimanjakan dengan alat komunikasi, misalnya untuk foto, memutar musik, menjelajahi internet dan tentunya sekarang ini “BBM-an”.
Dengan gaya hidup yang selalu berubah mengikuti arus dan membawa para manusia untuk mengikutinya tentu membuat suatu pemikiran seseorang yang dalam hidupnya tidak bisa mengikuti gaya hidup atau bahkan tidak mau mengikuti gaya hidup karena gaya hidup yang tidak lama pasti mengalami  perubahan dan menjadikan rugi para pengikutnya.
Tidak bisa dipungkiri gaya hidup menjadi segala-galanya bagi masyarakat luas. Gaya hidup sebegitu berkuasa di tengah masyarakat yang dalam proses kehidupannya hanya untuk mengikuti gaya hidup yang lain. Mereka terpesona dengan gaya yang akan terus berputar dan tidak menjaga kebudayaan yang sudah ada. Secara logika memang sangat tragis, tapi dengan gaya hidup masyarakat akan memiliki pendapat yang akan menguatkan perbuatannya.

dari berbagai sumber,, Indah Rahayu Anggraini

0 komentar:

Posting Komentar

 

IRA_Queen Wanna be Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review