Senin, 26 September 2011

Geguritan : Bandungan

Diposting oleh Iraa di 05.12

BANDUNGAN

Bandungan . . .
Artinya adalah kebersamaan, pengarang menjabarkan bagaimana ketika seseorang sedang mengingat akan kebersamaannya dengan orang yang istimewa di hatinya. Bandungan juga bisa berarti suatu tempat yang mempertemukan seseorang dengan orang yang dianggap istimewa tersebut. Tempat yang special bagi seseorang dan orang yang diistimewakan.
Esemmu, ah esemmu
Pengarang menggambarkan bagaimana orang yang sedang teringat dengan senyuman seseorang yang menyihir hati, jiwa, dan raganya. Senyuman yang mampu memasuki relung jiwa seseorang dan bisa membuat orang itu mati dalam beberapa detik dalam artian terlalu indah dan manisnya, sehingga membuat terpesona.
Ngujiwat, nyasapi sadawaning laku
Lirikan mata yang selalu menjadi bayang-bayang setiap kaki melangkah. Pengarang menciptakan sebuah rasa yang bisa membangkitkan pembaca dalam imajinasinya. Memberikan kebebasan pada pembaca untuk menginginkan rasa yang seperti apa. Setiap langkah yang terus diikuti oleh ingatan atas orang yang dianggap istimewa.
Nganti ati lan ati pada kelayu
Rasa yang seperti inilah yang membuat hati tersiksa, memenjarakanhati pada rasa yang penuh Tanya. Digantung tak menentu antara iya atau tidak, antara maju atau mundur, antara diam atau bicara. Semua serba salah.
Ngluru apa kang bisa didulu lan diburu
Mencari sesuatu yang bisa mengalihkan perhatiannya yang berhubungan dengan sakit hatinya yang mendalam. Mencari sebuah jawaban dari sesuatu yang akan dia temukan.
Prawan ayu sumadya katuku

Mencoba membawa pembaca dalam khayalan dan mimpi yang penuh dengan keabstrakan. Melamar seorang gadis cantik. Menerbangkan imajinasi tingkat tinggi yang akan membawa pembaca dalam keindahan bermimpi dan berkhayal. Membangkitkan semangat pembaca agar bisa meraih semua keabstrakannya.
Larasati, adol lipuring kalbu.
Keindahan yang akan membuat hati tentram. Kecantikan yang akan mengobati semua resah gelisah, gundah gulana, sakit hati, dan semua rasa yang menyiksa.
Bandungan . . .
Sumiliring angin gunung, sumingrah
Bahkan Angin gunungpun ikut berbahagia dengan apa yang telah dirasakan. Apa yang telah ditemukan dan apa yang telah diraih. Lirih jauh di atas gung merasakan apa yang pembaca rasakan, penggambaran yang tinggi dari sebuah kisah. Pengindraan rasa yang besar dalam setiap kata yang digunakan pengarang.
Aweh prasapa marang kang pada teka
Namun, pengarang mulai membuat konflik di sini. Gadis yang diimpikan memberikan janji palsu pada setiap yang datang melamar. Memberikan harapan kosong yang tidak berujung. Di sinilah perbedaan status diungkap.
Para banda kalungan hawa
Semua yang kaya datang bermodalkan harta benda. Jagad raya ini dipersembahkan, semua kebutuhan materi dipenuhi demi terpenuhinya mimpi dan keindahan yang dicita-citakannya. Bermodalkan materi dan tidak memperdulikan perasaan yang sedang berada di sekitarnya.
Lan penyair sangu graita.
Para pujangga, bermodalkan kata-kata beranjak dengan penuh harap. Dirangkainya sebuah syair untuk menggapai mimpinya. Dengan berbekal kata-kata, pujangga merajut mimpi dengan modalnya. Dengan keahliannya bisa membuat hati melayang-layang. Modal yang tak bermodal materi membuat impiannya terlalu jauh dari harapan.
Bandungan, ah bandungan
Lumerahing tlaga ing rawa pening
Terlihat telaga diantara luasnya rawa. Harapan itu ada untuk orang yang mau berusaha. Harapan itu ada untuk orang yang sadar dan terbangun dari khayalan semunya.
Iku kedep pepeling,
Harapan itu memanggil-manggil seperti sudah dekat dan pasti akan mendapatkannya. Harapan itu untuk dijemput, bukan ditunggu. Harapan tidak akan terkabulkan jika yang mengharapkan hanya diam dalam posisinya. Pergerakan akan membuat harapan itu mendekat.
Yen urip iki, Kaya roda gumuling.
Hidup ini seperti roda yang terus berputar, terkadang berada di posisi atas dan terkadang berada di posisi bawah. Semuanya tak ada yang abadi. Kegagalan itu hanya salah satu dari posisi. Posisi akan selalu berubah dengan cara merubahnya bukan menungggunya berubah. Kesuksesan atas semua mimpi, khayalan, keabstrakan, dan cita-cita akan menghampiri semua orang yang mau berubah.






Geguritan karya,
M. Tajib Moerjanto
Jaya baya No. 9, Oktober 1974

0 komentar:

Posting Komentar

 

IRA_Queen Wanna be Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review